Dunia peretasan (hacking) telah melahirkan beberapa individu yang sangat terampil, yang aksi mereka telah berdampak besar pada keamanan digital. Berikut adalah 8 peretas paling berbahaya di dunia, yang terkenal karena keahlian dan aksi mereka:
1. Kevin Mitnick:
Dikenal sebagai salah satu peretas paling terkenal di dunia.
Melakukan berbagai aksi peretasan, termasuk membobol sistem komputer perusahaan besar dan pemerintah.
Sempat menjadi buronan FBI dan menghabiskan waktu di penjara.
2. Jonathan James:
Mulai melakukan peretasan sejak usia remaja.
Membobol sistem komputer NASA dan Departemen Pertahanan AS.
Sempat dipenjara dan meninggal dunia pada usia muda.
3. Adrian Lamo:
Dikenal karena membobol sistem komputer perusahaan besar seperti The New York Times, Yahoo, dan Microsoft.
Sering kali mengungkapkan kerentanan keamanan yang ditemukannya kepada publik.
4. Kevin Poulsen:
Dikenal dengan nama samaran "Dark Dante".
Membobol sistem telepon dan komputer untuk memenangkan kontes radio.
Sempat dipenjara dan kemudian menjadi jurnalis keamanan siber.
5. Gary McKinnon:
Dituduh membobol sistem komputer militer AS.
Mengaku mencari bukti keberadaan UFO.
Kasusnya memicu perdebatan tentang ekstradisi dan keamanan nasional.
6. Albert Gonzalez:
Memimpin kelompok peretas yang mencuri jutaan nomor kartu kredit.
Melakukan aksi peretasan yang menyebabkan kerugian finansial besar.
Dihukum penjara dengan hukuman yang panjang.
7. Anonymous:
Kelompok peretas yang dikenal karena aksi aktivisme mereka.
Melakukan serangan siber terhadap berbagai target, termasuk pemerintah dan perusahaan.
Aksi mereka sering kali terkait dengan isu-isu politik dan sosial.
8. The Shadow Brokers:
Kelompok peretas yang mencuri dan membocorkan alat peretasan NSA.
Aksi mereka menyebabkan penyebaran malware berbahaya seperti WannaCry.
Identitas mereka masih menjadi misteri.
Penting untuk diingat bahwa peretasan adalah tindakan ilegal dan dapat memiliki konsekuensi serius. Peretas yang disebutkan di atas telah menggunakan keahlian mereka untuk tujuan yang merugikan, dan tindakan mereka telah menyebabkan kerusakan yang signifikan.